Hi folks, disini aku mau bahas lika-liku perjalanan diet yang cukup menyesakkan. Sebenarnya
sih, kalau mau dihitung menurut standar body mass index (bmi) berat aku ini
masih termasuk ideal. Malah seumur umur sepanjang ingatan, aku ngga pernah
masuk kategori ‘overweight’ dalam index. Tapi ya tetep aja yang namanya cewek
kebanyakan kaya aku ini, ‘rumput tetangga selalu lebih hijau’ alias nggak
pernah puas sama diri sendiri. Kayak kambing aja ngilerin rumput tetangga. Tapi
kan ya kalau berpuas diri, kita nggak akan pernah berkembang jadi lebih baik
lagi sebagai manusia dong yakan? (iyain aja plis😩).
Aku udah
sering berusaha mencintai diri sendiri dan berat badanku yang ideal menurut
kata bmi ini, tapi apalah daya, tiap liat Miranda Kerr di instagram, kayanya
selalu terbayang gimana seksinya diri ini kalau jadi selangsing beliau.
![]() |
| tante Miranda |
Bisa
hemat beberapa sentimeter kalau mau jahit baju. Dan ngga ribet tiap kali mau
shopping harus ngepas sana sini, tinggal comot baju yang di manekin juga jadi.
Jadilah aku ini mencoba segala macam diet yang memungkinkan hanya demi
mengurangi beberapa belaskilogram dan beberapa centi lingkar seluruh tubuh.
Semasa awal
kuliah menurut aku, adalah saat yang paling tepat buat memulai diet. Di tahun tahun pertama aku jauh dari rumah
dan berkuliah di Jogjakarta, aku menurunkan banyak berat (yang saat itu aku
belum mengenal Miranda Kerr dan belum ngikutin akun instagram angelsnya
Victorias Secret) dengan nggak sadar karena stress, kesibukan kuliah, kegiatan
luar kuliah, dan shock akan perbedaan makanan Jawa yang manis manis. Sejalannya
waktu, aku mulai beradaptasi, dan mulai lagi jadi
petualang makanan. Daerah sekitar kampus semakin lama semakin dipenuhi banyak
restoran dan kafe, ind*maret, alf*maret, dan maret maret lainnya mulai semakin
dekat dalam jangkauan dari daerah kos kosan yang memudahkan aku jajan setiap
saat. Belum lagi biasanya banyak penjual penjual cemilan seperti bakso tusuk,
crepes, nasi jamur, seblak, keripik, yang bertengger di depan maret maret
tersebut.
Sampai pada
suatu hari (jeng jeng jeng), aku yang lagi bersih bersih lemari pakaian,
menemukan jeans lama favorit aku yang entah bagaimana terselundup di bagian
bawah pojok lemari, tersembunyi di antara banyaknya barang barang yang sudah
jarang aku pakai, tas tas, jaket, dan kantong kantong belanjaan yang belum
sempat dibuka. Dengan bahagia aku mencoba memakai kembali jeans kesayangan
tersebut dan taraaa.. Jeans nya nggak masuk! Bukan sekedar ngga terkunci, tapi
bener bener gak masuk, nggak bisa ditarik keatas, nggak bisa dipakai! Dengan
kecewa kulepas jeans itu. Saat itu juga aku sadar, sambil menatap nanar
bayanganku sendiri didepan cermin, bahwa aku bukanlah aku yang dahulu. Sebelum
itu, aku nggak pernah berfikir untuk diet, nggak pernah peduli bagaimana bentuk
badanku, bagaimana penampilanku. Setelah insiden jeans itu, aku sadar bahwa
menjaga penampilan itu penting. Bukan cuma demi kenyamanan mata orang lain yang
memandang, tapi juga demi kenyamanan batin diri kita sendiri.
Aku mencoba
berbagai macam diet. Ocd, karbo, dll. Tapi belum berhasil. Sebagai catatan, aku
bukan ahli gizi, bukan dokter, nggak punya background apa apa, aku hanya mau
sharing berbagi masukan berdasarkan pengalamanku sendiri. Masing masing orang
butuh asupan yang berbeda setiap harinya. Buat aku, belum ada dari antara semua
diet itu yang berhasil dengan sempurna, bisa mengurangi beratku dengan cepat
dan mudah (mungkin operasi sedot lemak, tapi belom pernah coba sih).
Saat ini
aku sedang dalam diet tradisional. Bukan, bukan diet sambil pakai kebaya dan
jaipongan, tapi diet biasa yang umum dilakukan orang banyak. Yaitu, mengurangi
makan. Logika simpelnya, apa yang masuk, itulah yang harus dikeluarkan. Kalau
pemasukan banyak, pengeluaran sedikit, tentunya kita akan kaya. Atau dalam
kasus ini, kaya lemak. Menurut aku, dari semua diet yang pernah kucoba, yang
ini memang yang paling mudah dan gampang.
Minggu
lalu, aku melakukan riset kecil-kecilan. Narasumbernya sekadar teman teman,
keluarga, dan kenalan, yang mempunyai berat ideal (menurutKU dan bukan menurut
si BMI –bleh). Dan dari situ aku mendapat sedikit pembenaran untuk diet yang
sering kulakukan ini. Hampir semua dari mereka, makhluk makhluk kurus itu,
memiliki kesamaan yang unik untuk pola makan. Kalian bisa mendapat penjelasan
yang lebih ilmiah untuk ini, tapi disini aku akan menjelaskan dengan bahasa
awam.
Mereka,
para OK (orang kurus), makan dalam porsi KECIL. Yak. Benar sekali. Sok banget
lu cier bilang riset riset segala. Itu doang mah nenek nenek disko juga tau.
Tapi buat aku, ini adalah suatu pencerahan. Dan kesamaan lagi, kebanyakan dari
teman teman saya yang OK ini, mereka suka sekali menyombongkan diri kalau
mereka ini makannya BANYAK. Omong kosong sekali, kataku dalam hati.
Kalau
diingat ingat lagi semasa kuliah dulu, melihat mereka OK yang suka bilang kalau
mereka makannya banyak, mereka makannya nggak banyak sama sekali. Makan bakso
di kantin, porsi kita sama. Makan prasmanan ambil nasi sendiri, nasi yang
kuambil selalu jauuh lebih banyak. Belum lagi waktu kita jajan. Mereka beli air
minum tok, aku beli snack, roti, dan macam macam. Mereka makan banyak dari
mananya coba?
![]() |
| bakso penggagal diet |
Begitu
ditanya, ternyata maksud mereka adalah makan SERING, bukan makan BANYAK. Teman
OK ini bilang, kalau dia sering sekali makan/kepingin makan. Sedikit sedikit
pingin makan batagor, lalu makan. Bentar lagi bakso. Bentar lagi ikan bakar.
Bentar lagi nyemil gorengan. Tapi yang
mereka makan setiap kali adalah dalam jumlah kecil, atau kalau dalam porsi
tertentu ,misal sewaktu makan di restoran, mereka hanya makan sebagian dan
bukan semuanya. Lalu sisa makanannya? Selalu, suami dia yang habiskan. Sisa
makanannya, anak2nya, semua makanan yang dia beli, kebanyakan hanya beberapa
gigitan dimakan, sisanya semua dihabiskan suaminya. Yang klaim makan banyak
siapa yang gemuk siapa. Indeed, suaminya si OK ini yang malah overweight ngga
ketulungan karena bukan hanya setiap makan porsi dia besar, tetapi dia juga
harus (dianya juga mau sih) habiskan makanan istrinya. Beberapa teman OK yang
lain kasusnya ada juga yang sedikit berbeda. Tapi satu kesamaan mereka adalah,
jumlah makan mereka rata rata lebih banyak dalam sehari daripada aku yang
katanya diet ini. Aneh?
Daripada
pusing, akupun mencoba langsung ‘diet’ ini. Karena aku bukan orang pagi, aku
jarang sarapan. Jadi buat orang biasa yang makan normal 3x sehari, aku hanya
makan nasi 2x sehari. Kalau waktu pagi lapar, aku hanya makan biscuit atau
roti, dan buah buahan. Dalam diet ini aku mau membiasakan mengurangi snack.
Jadi yang biasanya aku makan nggak ngira2 berapa bungkus, kali ini aku hanya
makan sepotong atau dua potong crackers, misalnya. Kalau benar benar lapar, aku
akan makan nasi dengan apa saja yang ada dirumah. Ikan, Daging, apapun! Hanya
saja jumlahnya dikurangi. Biasanya aku makan dengan nasi sepiring penuh, sekarang
hanya makan 1/5 nya, karena dalam pikiranku, aku akan makan lebih sering hari ini, jadi sekali ambil nasi, jumlahnya jadi jauh lebih sedikit. Rasanya bener bener ngga kaya diet. Aku
berusaha mengurangi nasi dan memperbanyak lauk dan sayur. Sejauh ini, aku belum
pernah merasa tersiksa kekurangan makanan seperti diet diet aku yang
sebelumnya. Aku masih bisa makan makanan dengan menu seperti biasa, nyemil
snack favorit, sama sekali nggak menginjak gym/treadmill, semua bebas cuma
jumlahnya saja yang dikontrol . Dan aku sudah turun hampir 2kilogram kurang
dari seminggu! Mungkin untuk maintain supaya jadi kebiasaan kedepannya akan
lebih susah, tapi sekali aku terbiasa seumur hidup, aku akan masuk daftar OK! (fingers crossed!)
Untuk
kalian mungkin cara ini bisa berhasil atau mungkin juga nggak. Yang paling
penting adalah menemukan cara yang paling cocok dan nyaman buat diri kita
sendiri untuk dijadikan kebiasaan. Mungkin setelah ini aku bakal nemuin cara
yang lebih baik dan lebih cocok, who knows? Yang paling penting jangan pernah
menyerah buat mencoba hal-hal baru selama itu sehat dan dalam batas kewajaran,
ceritain dan minta pendapat orang terdekat, teman, pacar, atau orangtua.
Dukungan dari yang tersayang itu bener bener membantu loh. Kalau gak
punya..er.. kita saling menyemangati aja
ya :’D
Let’s get
in shape!


